Platform PKS Menuai Pujian di Mesir
By admin On Mei 28th, 2008Duta Besar Indonesia untuk Mesir Abdurrahman Muhammad Fachir memberikan penghargaan terhadap kinerja PKS lewat buku itu. Menurutnya Platform PKS adalah penerjemahan dari sebuah komitmen terhadap kebenaran. Tapi menurut Fachir, kita juga harus toleran dengan tafsiran kebenaran dari orang lain.
PK-Sejahtera Online: Platform PKS yang telah dipublikasikan di Indonesia akhirnya sampai juga di Mesir. Buku setebal 643 halaman tersebut beserta CDnya hadir di Negeri Kinanah lewat perantaraan Dr Irwan Prayitno, Ketua Komisi X DPR RI yang menjadi undangan resmi Kepala Perwakilan RI di Cairo untuk mengikuti lokakarya “Dukungan Terhadap Peningkatan Prestasi Mahasiswa Indonesia di Mesir” pada awal April. Di sela-sela acara lokakarya, anggota MPP PKS itu menyempatkan diri untuk membedah ”Paket Membangun Masyarakat Madani” di aula Baruga, rumah daerah masyarakat asal Sulawesi yang dipadati oleh mahasiswa Indonesia.
”Karena kita menafsirkan kebenaran, maka kita tidak perlu membuat jarak. Justru kita harus mengajak orang lain. Kita berusaha mencari sisi terbaik dan sisi positif dari orang lain dan mengajak mereka ke sisi itu,” imbuh Dubes. Fachir juga menilai bahwa PKS selama ini sudah konsisten dengan nilai-nilai kebenaran dan mencoba komitmen dengan hal tersebut sehingga terkesan agak eksklusif.
“Apakah platform ini merupakan pengejawantahan hukum Islam yang dipahami oleh PKS?” Tanya seorang mahasiswa kala itu yang tertarik dengan kebijakan pembangunan Indonesia versi PKS. Sambil tersenyum Dr Irwan menjawab bahwa PKS ingin mewujudkan masyarakat madani yang adil dan sejahtera, yang diridhai Allah Ta’alaa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, anggota MPP lainnya Ustadz Abu Ridho, juga sempat menahbis Falsafah Dasar Perjuangan PKS di lembah Sungai Nil. Abu Ridho mengajak seluruh kader PKS di Mesir untuk lebih mendalami falsafah “Jalan Keadilan Menuju Kesejahteraan”.
Menurut ustad yang juga budayawan ini, pola tarbiyah yang menjadi ciri khas PKS harus menyentuh ranah ideologisasi. Artinya, kesalehan seorang kader harus berwujud nyata dalam kehidupan sosial. Abu Ridho juga menambahkan bahwa bentuk riil proses ideologisasi yang diinginkan ada dua: Pertama adalah transformasi nilai-nilai keadilan dan selanjutnya adalah testcase terhadap masalah-masalah di lapangan. “Seorang kader perlu terjun ke alam realita untuk menjalani proses imtihan atau ibtila,” tegas beliau.
Kehadiran platform yang dibawa oleh dua tokoh PKS itu mampu meretas komunikasi yang lebih efektif antara PIP PKS dan pihak kedutaan. Bahkan di antara para pejabat tersebut ada yang secara khusus memesan dan meminta untuk ditemui PIP karena penasaran dengan konsep Masyarakat Madani PKS yang mendapatkan apresiasi positif dari tokoh sekaliber DR. Azyumardi Azra.
Pengirim: Mohammad Yusuf
Update: 28/05/2008 Oleh: Mohammad Yusuf
http://pk-sejahtera.org/2006/index.php?op=isi&id=5002




Leave a Reply