PKS Konsolidasi Kader di Bidang Kesehatan

By admin On Februari 27th, 2008

PKS Konsolidasi Kader di Bidang Kesehatan
Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP PKS Ahad (23/2), pagi, memenggelar pertemuan kader yang bergerak di bidang kesehatan. Hal ini dianggap perlu dalam meningkatkan kualitas dan mengokohkan pelayanan di bidang kesehatan. Selain konsolidasi, pertemuan yang dilansungkan di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, itu juga menggelar Seminar Kesehatan “Membangun Masyarakat dari Bawah” .


Presiden PKS Ir. H. Tifatul Sembiring membuka acara Pertemuan SDM Kesehatan wilayah Jadebotabek, Ahad 25/02/08 pagi di Jakarta
Anggota Majelis Pertimbangan Pusat PKS Abdi Sumaiti atau yang lebih dikenal dengan Abu Ridho menyampaikan Falsafah Perjuangan Partai di depan sekitar 250 SDM Kesehatan PKS se-Jadebotabek.
Para Pembicara dalam Pertemuan SDM Kesehatan, ki-ka : dr Eko Agus Subagio, SpBS - Drs. Chaerul Anwar, Apt - Moderator - Prof. Dr.dr.Samsuridjal Djauzi, SpPD KAI - Drs. Fahmi Alaydroes MM.Ed.
Pembicara Tamu Guru Besar Tetap Ilmu Penyakit Dalam FKUI Prof. Dr.dr.Samsuridjal Djauzi, SpPD KAI, menyampaikan pemaparan bertajuk “Membangun Masyarakat dari Bawah.”
Drs.Chaerul Anwar, Apt. Anggota Komisi IX DPR RI dari FPKS yang membidangi kesehatan, tenaga kerja dan transmigrasi, Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Para Peserta Pertemuan SDM Kesehatan yang kebanyakan kader perempuan PKS menyimak dengan serius paparan para pembicara.
Pameran Foto Kiprah Pelayanan Rakyat Adil Sejahtera (PRAS) Bidang Kesra DPP PKS di acara Pertemuan. Foto: MDWPengirim: Mohammad Yusuf Update: 25/02/2008 Oleh: Mohammad Yusuf

Bayanat Mukernas 2008

By admin On Februari 19th, 2008

Penjelasan PKS Tentang Wacana Partai Terbuka

Penjelasan PKS Tentang Wacana Partai Terbuka
Penjelasan Seputar isu-isu yang berkembang sebelum, menjelang, dan sesudah Musyawarah Majelis Syuro IX dan Mukernas PKS di Bali

Assalamu’alaikum wr wb,
Bismillahirrahmanirrahim

Setelah mendengar dan melihat berkembang dan banyaknya isu-isu di masyarakat, terutama melalui media massa, elektronik dan internet khususnya menjelang, ketika dan sesudah berlangsungnya Musyawarah Majelis Syuro IX dan Mukernas PKS di Bali, khususnya mengenai jati diri PKS dan prinsip-prinsip PKS yang pemaknaannya simpang siur. Untuk jelasnya maka DPP perlu memberikan BAYAN (Penjelasan) hasil-hasil MMS IX dan Mukernas di Bali, sebagai berikut:

1. Mengenai Slogan PKS.
Slogan Resmi PKS sesuai keputusan Musyawarah Majelis Syuro PKS ke VII di Jakarta, yang dikuatkan kembali dalam Musyawarah Majelis Syuro PKS IX di Bali adalah: Bersih, Peduli, dan Profesional.
Bersih menegaskan aspek moral/ keshalehan pribadi, maksudnya mewujudkan para pemegang amanah jabatan yang anti KKN.
Peduli merupakan aspek sosial, kesalehan sosial, kepedulian kita kepada kaum dhu’afa dan terhadap para korban bencana.
Profesional adalah kesalehan profesi, memiliki kompetensi, pemikiran keterbukaan sehingga berdaya manfaat bagi posisi jabatan yang diamanahkan.
Penjelasan lebih rinci mengenai hal ini dijabarkan dalam Buku Platform Pembangunan PKS yang telah resmi disahkan.

2. Mengenai istilah “Terbuka”
Istilah “Terbuka” TIDAK PERNAH menjadi keputusan sebagai slogan, baik oleh sidang-sidang Majelis Syuro, Dewan Pimpinan Tinggi Partai (DPTP) maupun dalam Khitob Qiyadi (arahan pimpinan).
PKS tetap sebagai partai dakwah yang berazaskan Islam, memiliki moral Islam, dan syariat Islam wajib dengan konsisten dijalankan oleh setiap pemeluk agama Islam, terutama kader-kader PKS. Sebagaimana kami juga menginginkan setiap pemeluk agama lain juga taat menjalankan agama masing-masing, sebagai kontrol moral yang kuat terhadap pribadi seseorang.
PKS tetap konsisten menjadi Partai Dakwah yang merupakan rahmatan lil’alamien.
Adapun istilah terbuka sebagai usulan, wacana, dan beberapa wawasan yang disampaikan oleh para kader dari daerah minoritas, sedang kami kaji dan dalami, apakah hal ini layak untuk di ambil sebagai bahan pertimbangan, yang pada akhirnya nanti akan dibahas dalam sidang-sidang Majelis Syuro mendatang. Mengenai keterbukaan komunikasi adalah merupakan keniscayaan dan tuntutan profesionalitas.

3. Sehubungan dengan point (1) dan (2) tersebut, maka seluruh jajaran struktur, pengurus dan kader supaya tidak lagi mewacanakan isu “partai terbuka” untuk menghindari madharat yang lebih besar daripada kemaslahatan yang diharapkan.

4. Mengenai Caleg dan Pengurus Non Muslim
Setiap warga negara dapat menjadi Caleg (calon legislatif) atau Pengurus PKS dengan memenuhi persyaratan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh ketentuan dan aturan resmi PKS. Hal ini telah termuat dalam AD/ART PKS, standar mutu kader PKS sesuai peringkatnya serta Panduan Pencalonan anggota Legislatif yang telah disahkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan disetujui oleh Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP).
Untuk daerah-daerah basis non muslim (kekhususan) seperti Papua, NTT atau Bali, caleg non muslim dimungkinkan selama tidak melanggar syariat dan dalam rangka mewakili komunitas non muslim dan hal ini dilakukan secara proporsional.
Mengupayakan dukungan dari kalangan non muslim kepada PKS adalah dimungkinkan, selama tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang ada.
PKS sebagai partai Dakwah, sangat menghormati keberagaman, berbagai macam ras, suku dan agama, mengajak seluruh pihak dan komponen bangsa-untuk bersama-sama bersinergi untuk pembangunan bangsa ini.

Demikianlah penjelasan ini kami sampaikan, semoga dapat memberi pencerahan kepada seluruh kader dan simpatisan PKS. Atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Billahittaufik wal hidayah.
Wassalamu’alaikum wr wb

ttd

KH.DR. Surahman Hidayat
Ir.H. Tifatul Sembiring
Drs. Suharna Surapranata, MSc

PKS Gelar Mukernas

By admin On Februari 1st, 2008

PKS Gelar Mukernas
Baliho Mukernas di depan Hotel Inna Grand Bali Beach menyambut peserta Mukernas PKS yang mulai berdatangan dari berbagai daerah. Mukernas PKS akan berlangsung sejak Jum’at hingga Ahad(1-3 Februari) di Hotel Inna Grand Beach Denpasar, Bali. Berikut liputannya:

Panitia Wilayah saat mengikuti rapat koordinasi dengan Panitia Pusat


Sesaat sebelum bertugas menyambut para peserta Mukernas


Panitia Wilayah mempersiapkan daftar hadir bagi para peserta mukernas



Panitia Wilayah dalam persiapan menerima kehadiran peserta mukernas


Satu per satu peserta mulai tiba di lokasi


Peserta melakukan daftar ulang kehadiran


Foto: ferryardian & alfa
Pengirim: Mohammad Yusuf Update: 01/02/2008 Oleh: Mohammad Yusuf