Tekad Kemenangan

By admin On Juli 19th, 2008

Para kader tertunduk khusyu mendengar tausiyah dari sang qiyadah. Tak terasa air mata menetes membasahi wajah, bergumul dengan peluh yang seakan tak mau berhenti mengalir. “Meski kita berjalan tertatih, namun bila Allah mentakdirkan kemenangan, maka kemengangan itu benar-benar akan kita raih,” tutur sang ustad mengakhiri pesan Robbani.

PK-Sejahtera Online: Pagi itu suasana Jalan Raya Ragunan tampak ramai. Ratusan bendera PKS yang bertengger di batang pohon di tepi jalan, berkibaran terkena hembusan angin pagi yang dingin.

Tepat diperempatan Masjid Al Ikhlas Jati Padang, delapan orang kepanduan PKS berseragam celanan panjang warna coklat tua berpadu kaos lengan panjang warna coklat muda, mengatur lalu lintas kendaraan. Perempatan tersebut menjadi sedikit macet, karena ribuan kader PKS secara bergantian berdatangan ke lapangan Doyok yang terletak di depan Masjid Al-ikhlas.

Usai memakirkan kendaraan roda dua di halaman Masjid Al-Ikhlas, para kader yang sebagian besar para ikhwan bergerak menuju lapangan yang letaknya lebih kurang sepuluh meter dari masjid.

Di tengah lapangan telah berdiri panggung setinggi satu meter lengkap dengan baliho besar berukuran tiga kali lima meter bertuliskan Apel Siaga DPD PKS Jakarta Selatan dengan jargon “Tekad Kemenangan”. Di belakang panggung panitia masih tampak sibuk mempersiapkan perlengkapan acara.

Pukul sembilan lebih empat puluh menit acara dimulai. Lantunan ayat suci Alqur’an mengawali jalannya acara dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKS yang dipimpin oleh salah seorang kader dari DPC PKS Cilandak. Para peserta menyanyikan lagu kebangsaan dan Mars PKS tersebut dengan suara lantang dan penuh semgat serta penuh nuansa patriotik.

Acara demi acara berlangsung, waktu telah menunjukan pukul sebelas lebih tiga puluh menit. Matahari pagi telah meninggalkan ufuk Timur, bergeser 40 derajat kearah Barat, panasnya kini terasa membakar kulit.

Diantara sengatan raja siang yang semakin garang, peluh tampak bercucuram membasahi tubuh para peserta yang mulai letih, karena hampir dua jam berdiri. Meski lelah, tubuh mereka tetap tegap berdiri seraya mendengarkan taujih dari para qiyadah.

Satu persatu qiyadah dakwah dari tingkat DPP hingga DPD naik ka atas panggung memberikan taujih kemenangan. “Kita berdiri disini dalam rangka menyatukan hati dan langkah kita untuk menyongsong kemenangan dakwah di Jakarta Selatan. Karena itu pergencar direct selling, lakukan terus pelayanan kepada masyarakat. Ketuklah satu persatu pintu rumah, untuk memperkenalkan partai kita. Dan jangan ada satu RT pun yang tidak merasakan pelayanan sosial kita,” tutur Ketua DPD PKS Jakarta Selatan Drs. Khoiruddin,

Dengan penuh semangat para kader menyambutnya dengan pekikan takbir . “Allahuakbar” suara mereka lantang, seraya mengepalkan tangan dan mengangkat lengan tinggi-tinggi ke udara. Tak lagi terpikir peluh yang terus mengalir membasahi tubuh. Panas matahari yang membakar segera berganti dengan aura kemenangan.

Tekad untuk memenangkan pemilu 2009 semakin membara manakala Ketua DPW PKS DKI Jakarta Ir. Triwisaksana nak ke atas panggung dan meminta seluruh kader untuk mempertahanankan kejayaan PKS di Jakarta Selatan. “ Pada pemilu 2004 lalu, tidak ada satupun DPC di Jakarta Selatan yang tidak menuai kemenangan. Kita menang di sepuluh DPC, kita menyapu bersih suara,” ujarnya dengan suara menggelegar. Takbir pun kembali bergema dari mulut para kader.

Dipenghujung acara, Ust, Amir Faishol mengingatkan para kader akan hakikat kemenangan dalam dakwah. “Allah akan memberikan kemenangan kepada siapa saja, yang bersungguh-sungguh dalam memperjuangan kebenaran. Namun ingat, Allah juga akan dengan sangat mudah mencabut kemenangan itu manakala kita sudah terbuai dengan dunia, dan tidak lagi peduli dengan nilai-nilai kebenaran yang telah kita perjuangkan. Karenanya, jangan ada dari kita yang lalai akan amanah dakwah, agar kemenangan Allah itu turun untuk kita,” tuturnya mengajak seluruh kader untuk selalu meluruskan niat dalam setiap langkah dakwah.

Para kader tertunduk khusyu mendengar tausiyah dari sang qiyadah. Tak terasa air mata menetes membasahi wajah, bergumul dengan peluh yang seakan tak mau berhenti mengalir. Sang qiyadah pun mengingatkan para kader untuk terus menjalin kedekatan dengan Allah SWT yang Maha Memberi Kekuatan. Karena perjuangan dakwah memenangkan pemilu 2009, merupakan kerja berat yang harus dipikul oleh seluruh kader diatara masa kampanye yang panjang. “Meski kita berjalan tertatih, namun bila Allah mentakdirkan kemenangan, maka kemengangan itu benar-benar akan kita raih,: tutur sang Ustad mengakhiri pesan Robbani.

Waktu telah menunjukan pukul dua belas lebih sepuluh menit, suara adzan dari masjid Al-Ikhlas terdengar kencang hingga ke pelosok lapangan, seluruh rangkaian acara telah selesai dilaksanakan. Para panita dan peserta bergegas menuju masjid Al-Ikhlas untuk menghadap Sang Maha Pencipta. (Adine)

Pengirim: Ningsih Update: 18/07/2008 Oleh: Ningsih

Yudi: Mars PKS Membuat Saya Merinding

By admin On Juli 19th, 2008

“Ini saya terus terang merinding. Kalau ini menjadi satu kesatuan sikap dan semangat untuk membuat suatu perubahan pada peradaban. PKS punya tanggung jawab moral yang luar biasa,” kata Yudi Chrisnandi pada acara diskusi politik menjelang Pemilu 2009.

PK-Sejahtera Online: Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Yudi Chrisnandi merasa tergetarkan jiwanya saat mendengarkan lagu mars PKS. Yudi mengaku, lirik “kibarkan tinggi panji Allah” membuat bulu kuduknya merinding. Hal tersebut dikatakannya saat diskusi Politik PKS “Mencari Pemimpin (muda) Baru Indonesia” di Hotel Kartika Chandra, Rabu(16/7).

“Saya merinding mendengarnya. Sampai saya catat liriknya, lantangkan suara hati nurani. Ini kan dahsyat,” kata Yudi.

Yudi menerangkan, sangat sedikit pemimpin bangsa yang mau menyuarakan kebenaran dengan hati nuraninya. Tapi PKS punya platform seperti ini.

Yudi membahas lagu mars PKS saat memberikan komentar tentang kualitas kader-kader PKS yang belum memiliki presidensial capacity, presidensial group, presidensial character. 

“Kalau PKS memiliki kader-kader terbaik, Alhamdulillah. Tapi kalaupun belum saya rasa PKS memiliki instrumen untuk menemukan itu,” katanya di hadapan peserta diskusi.

Lebih lanjut Yudi mencoba mengartikan lirik lainnya: lahirkan pemimpin yang adil sejati. Menurut politisi Golkar ini, PKS tidak hanya melahirkan pemimpin yang adil, tapi juga jujur, bertanggung jawab, visioner, disiplin, bekerja sama, responsive, peduli. “Itu harus menjadi kajian utama,” katanya.

Kalimat terakhir dalam lagu itu, lanjut Yudi, kibarkan tinggi panji Allah. “Ini saya terus terang merinding. Kalau ini menjadi satu kesatuan sikap dan semangat untuk membuat suatu peruabahan pada peradaban. PKS punya tanggung jawab moral yang luar biasa,” katanya.

Lirik terakhir yang dibahas adalah menciptakan Indonesia penuh berkah. “Ini penuh berkah seperti apa?Apakah kondisi seperti sekarang ini sudah berkah atau belum?” tanya Yudi. Arti keberkahan menurutnya menjadi tantangan buat bangsa Indonesia.

Menurutnya, Indonesia yang penuh berkah itu adalah Indonesia yang mampu mengatasi lima permasalahan utama yaitu kemiskinan, kebodohan, korupsi, ketidakadilan dan ketergantungan pada dana asing.

Pengirim: Mohammad Yusuf Update: 16/07/2008 Oleh: Mohammad Yusu

PBB dan PKS Menang di NTB

By admin On Juli 9th, 2008

MATARAM — Muhammad Zainul Majdi yang kerap disapa Tuan Guru Bajang dan Badrul Munir (Barru), memenangkan Pemilihan Kepala Daerah Nusa Tenggara Barat (Pilkada NTB) yang digelar Senin (7/7). Pasangan ini diajukan oleh Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Jaringan Isu Publik (JIP), Barru meraih 36,72 persen suara. Total raihan suara PBB dan PKS pada Pemilu 2004 –yang menjadi modal ‘Barru’– adalah 21,8 persen. Sementara pasangan Lalu Serinata-Husni Jibril (Serius), yang diusung Partai Golkar, PDIP, PBR, dan Partai Patriot, menempati urutan kedua dengan meraih 28,75 persen suara. Modal suara empat partai pengusung ‘Serius’ adalah 49,06 persen.

Dukungan terbesar untuk ‘Serius’ datang dari Partai Golkar yang saat ini mendapat 15 kursi DPRD NTB, PDIP (6 kursi), PBR (5), dan Patriot (1). Kekalahan pasangan ‘Serius’ ini, menambah panjang daftar calon kepala daerah Partai Golkar yang kalah. ”Hasil ini tidak akan jauh berbeda dengan hasil penghitungan KPUD,” kata Direktur Eksekutif LSI, Denny JA, saat mengumumkan hasil hitung cepat bersama Manager Riset JIP, Arman Salman, di Mataram, kemarin. Hitung cepat, mengambil sampel 320 TPS.

Denny mengatakan ada empat peristiwa besar dari Pilkada NTB. Pertama, terpilihnya gubernur termuda di Indonesia. Tuan Guru Bajang baru berusia 36 tahun. Kedua, dia gubernur pertama dari kalangan ulama atau pemimpin ormas, yaitu Nahdlatul Wathan. Ketiga, Tuan Guru Bajang juga menciptakan sejarah sebagai kandidat dari partai kecil, namun mampu mengalahkan dua partai besar yakni Golkar dan PDIP. Keempat, partisipasi pemilih mencapai 74,38 persen. Dengan demikian, golput hanya 25 persen. Golput di NTB lebih kecil dari rata-rata pilkada yaitu 40 persen.

Soal kembali kalahnya calon Partai Golkar, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, menilainya sebagai ‘lampu kuning’. Apalagi, sebelumnya Golkar juga menelan kekalahan di Jawa Barat, Sumatra Utara, dan Jawa Tengah. Dua masalah utamanya, kata Qodari, pertama, karena Golkar selama ini selalu mencalonkan kepala daerah yang sedang menjabat (incumbent) yang tidak sukses. Kedua, kekalahan itu membuktikan militansi kader Golkar kalah oleh PDIP yang nasionalis, PKB yang NU, dan PAN yang Muhammadiyah. evy/ant
( )

Sumber: Republika
Pengirim: Mohammad Yusuf Update: 08/07/2008 Oleh: Mohammad Yusuf